Sehat Berkat Minum Teh
Tuesday, December 16, 2008Teh yang kita kenal berasal dari dedaunan muda dan pucuk daun tanaman teh Camellia sinensis. Dua varietas utama yang populer adalah teh berdaun kecil asal Cina, Camellia sinensis sinensis, dan teh berdaun lebar asal Assam, India, C. sinensis assamica.
Teh dipilah-pilah berdasar asalnya sehingga dikenal teh Cina, Sri Lanka, Jepang, Indonesia, atau teh Afrika. Tapi penggolongan yang paling penting adalah berdasarkan pemrosesannya. Dalam hal ini dikenal tiga kelompok. Teh fermentasi (hitam), nonfermentasi (hijau), dan semi-fermentasi (pouchong). Teh hijau banyak dihasilkan dari teh asal Cina dan umumnya ditanam di Jepang, Cina, Malaysia, dan Indonesia.
Teh berisi hanya empat kalori per gelas bila dikonsumsi tanpa bahan tambahan lain. Di dalamnya terkandung vitamin B-kompleks, termasuk B2 dan asam nikotin. Rasa teh dihasilkan oleh minyak volatil dan astringency. Sementara warna oleh tanin.
Minum teh dapat menyegarkan tubuh dan pikiran karena teh mengandung kafein 3 - 5%. Zat ini akan mendorong aktivitas mental dan memperbaiki pencernaan makanan dalam lambung. Pencernaan makanan yang baik akan membakar lemak dalam tubuh lebih efisien. Bagi yang berdiet, proses ini membantu upaya mengurangi bobot badan kalau diminum pada saat perut masih kosong.
Sementara itu teh hijau naik daun sejak Itaro Oguni dari Universitas Shizuoka menemukan fakta bahwa penduduk Shizuoka yang gemar minum teh hijau itu ternyata lebih jarang terserang kanker lambung daripada orang Jepang propinsi lain yang tidak membiasakan diri minum teh hijau. Zat penting yang ditemukan Itaro dalam tanin teh hijau ini adalah epigallocatechin-galat.
Diduga, zat inilah yang mencegah kanker pada penduduk Shizuoka. Untuk membuktikan itu zat tersebut disuntikkan pada tikus percobaan yang sebelumnya diberi natriumnitrit dan sarkosin pembentuk nitrososarkosin, yang merangsang pembentukan tumor tenggorokan. Hasil penyuntikan tanin untuk melawan tumor (buatan) itu ternyata positif. Tikus itu sembuh tumornya.
Selain bisa mencegah kanker seperti penelitian Itaro, teh hijau dipercaya bisa pula mencegah berbagai penyakit seperti menghambat terbentuknya kolesterol darah, mengontrol tekanan darah tinggi, menurunkan kadar gula darah, dan memperlambat penuaan.
Dalam hal mencegah ketuaan, teh hijau berperan seperti antioksidan yang sangat kuat (20 kali lebih kuat). Oksigen yang kita hirup punya dua sisi menguntungkan dan merugikan. Ia berperan dalam metabolisme, tetapi sebagai radikal bebas, oksigen akan mengoksidasi membran sel yang selanjutnya merusak DNA dan lemak. Lipid peroksida yang terbentuk akan mempercepat penuaaan. Nah, salah satu cara mencegahnya adalah dengan mengkonsumsi antioksidan seperti vitamin E, C, ataupun teh hijau. MLP ► Majalah Tokoh Indonesia Edisi 39
Yang Suka Makan Daging Kodok /Swike
Tuesday, November 25, 2008Jika anda suka makan daging kodok/swike...maka anda harus berpikir berulang kali untuk meneruskan kebiasaan anda memakan daging kodok...
Ceritanya begini....
Kemarin saya di Tegal bertemu dengan BM Advante, ia bercerita.
Istrinya punya saudara di Cirebon,
dan saudaranya tersebut punya tetangga, kita sebut saja C.
Si C ini awalnya hanya sakit kepala sebelah seperti Migran,
tetapi di otaknya seperti ada yang gremet2.
Lama kelamaan sakitnya tambah menjurus ke seperti Vertigo.
Setelah diperiksakan ke Dokter di Cirebon dan Jakarta
tidak ditemukan adanya penyakit. Karena penasaran akhirnya si C
berobat ke Singapura. Setelah diperiksa dengan alat
yang canggih di sana di indikasikan ada binatang hidup di otak nya.
Dan harus dioperasi besar.
Setelah dioperasi ditemukan sejenis cacing super kecil berwarna putih.
Selesai operasi, si C telah istirahat +/- 2 hari dan telah sadar,
sang dokter
berkata, " Maaf ibu, penyakit ibu belum
sembuh
total, Karena di otak ibu diperkirakan masih ada telur-telur cacing
tersebut.
Yang jika telur tersebut menetas akan menjadi cacing. Dan siklus
tersebut terus berlanjut.
Si C bertanya ke dokter penyebab dari penyakit nya tersebut,
kenapa bisa ada cacing di otaknya.
Dokter memberikan penjelasan, bahwa di indikasikan cacing tersebut
berasal
dari daging kodok yang sering ibu makan
( karena ibu tersebut memang suka makan daging kodok ).
Karena cacing tersebut tidak mati jika dimasak 100 derajat
atau di bawah 0 derajat.
BM Advante juga memberikan keterangan, bahwa si C pernah memasak
daging kodok pada pagi hari.
Dikarenakan tidak habis ( mungkin masaknya agak banyak ), maka disimpan
di kulkas Dan sorenya di hangatkan lagi
lalu dimakan. Di karenakan masih ada yang belum semuanya habis,
maka disimpan kembali di kulkas.
Besok paginya setelah mau dihangatkan, si C ini terkejut karena dari
daging kodok tersebut keluar cacing putih kecil2
tersebut.
Berita ini saya informasikan kepada orang yang saya sayangi.
Agar bisa mengambil hikmah dari cerita ini.
Boleh percaya boleh tidak. tetapi ini adalah fakta yang sudah terjadi. 